Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Februari 2010

Pentingnya safety riding

Artikel berikut adalah 7 skenario tabrakan yg didasari dari kecelakaan yg sebenarnya dimana si pengendara2 motor ybs tewas. Mereka tak sempat menerangkan apa yg salah, jadi dibuatlah skenario ini, menghindari maut dan tetap selamat dgn mempelajari kesalahan mereka.

1. Perpotongan Jalur Berbahaya (Junction Jeopardy)

Pembunuh nomor satu, tabrakan di perpotongan jalur selalu sama dan berakibat serius, dapat terjadi pada siapa saja yg biasanya pengendara lain yg terlibat mengklaim bahwa mereka tak melihat ada motor datang, meskipun begitu pengendara motor bisa menghindari dgn defensive riding dan tetap awas.

Apa yg salah :
Pengendara motor berjalan di belakang sebuah mobil, ketika mobil tsb belok kiri, motor melaju bermanuver melewati mobil tsb di sisi kanan, ternyata dari arah kiri ada mobil lain yg melaju baik lurus maupun belok kanan/kiri.

Cara menghindar kesalahan :
- jangan pernah mendahului dari kanan dimana bisa jadi ada kendaraan masuk/belok di jalur anda tanpa peringatan, dahului dari kanan bila jelas2 perpotongan jalur tsb bersih dan aman tak ada kendaraan lain.
- masuki tiap perpotongan jalur dgn sebanyak mungkin penglihatan dan informasi, perhatikan posisi kendaraan dan lampu2 sen, tapi jangan menyimpulkan apa2. Nantikan yg tidak dinanti nanti.
- tanyakan pada diri sendiri "sudahkah saya terlihat?", pastikan anda di garis lihat pengendara mobil, kalau perlu terjadi kontak mata, bila ragu2 siapkan yg terburuk.

2. Tikungan yg Kacau (Cornering Chaos)

Jujur saja, tewas ditikungan adalah mati konyol, karena bisa dihindari dan tak ada alasan yg pantas utk itu. Tetap hidup, dlm kasus ini sangat sederhana, berkendaralah dgn keterbatasan anda. Status membuktikan bahwa pengendara motor tak berpengalaman atau yg sudah lama tak bawa motor adalah yg terbanyak mendapatkan kecelakaan ini, yg mengejutkan adalah terjadi meski jalan tidak basah.

Apa yg salah :
Pengendara motor memasuki tikungan terlalu cepat hingga gagal prediksi radius tikungan dan tak sempat melihat keadaan di ujung tikungan lalu berada di garis tikung yg tdk tepat hingga terlalu dekat dgn jalur arah lawan dan gagal menikung dgn benar hingga panik (ada yg menurunkan gas dan mengerem) hingga ketika keluar tikungan motor malah lari jauh ke arah lawan hingga bertabrakan dgn kendaraan dari depannya.

Cara menghindar kesalahan :
- rem dan atur posisi gigi segera, atur kecepatan hingga bisa merubah jalur menikung bila diperlukan, perhatikan keadaan tikungan bila ada tanda2 marka jalan kemana arah tikungan tsb.
- masuki garis tikungan dgn penglihatan terbaik utk melewatinya - bukan garis tikungan balapan, dgn menyisakan ruang antara anda dan kendaraan dari arah lawan.
- jika tiba2 tikungan menyempit (baik keadaan jalan maupun ada kendaraan lain), jangan panik, karena panik bisa membuat motor hilang kendali.

3. Mendahului yg Kebablasan (Overtaking Oblivion)

Tabrakan ketika mendahului adalah kasus paling banyak ke tiga dlm kecelakan motor, meskipun si pengendara motor biasa dan bisa mendahului kendaraan yg melaju lebih lambat.

Apa yg salah :
Pengendara motor melaju terlalu dekat pada kendaraan didepannya hingga banting setir kekanan dan berusaha mendahuluinya, ternyata didepan kendaraan tsb ada kendaraan lagi hingga si pengendara motor berusaha melewati keduanya, karena salah perhitungan dan salah atur jarak lalu keluar jalur masuki arah lawan dgn tak ada waktu dan jarak lagi utk pindah jalur hingga terjadilah tabrakan dgn kendaraan dari arah lawan.

Cara menghindar kesalahan :
- kunci mendahului adalah perencanaan yg matang, jangan gak sabaran, terburu2 atau agresif, posisikan diri anda dgn penglihatan terbaik kearah jalan didepan, pastikan posisi gigi yg pas utk menaikkan akselerasi.
- perhatikan jalan didepan dgn seksama, adakah hal2 yg berpotensi bahaya? jika ada sedikit saja keraguan di hati, jangan mendahului!, karena sebentaran saja anda dapat lagi kesempatan utk mendahului.
- lihat kaca spion dan area yg tak nampak di kaca spion lalu nyalakan lampu sen dan segera mendahului secepat dan semulus mungkin, ambil segera jalur semula dan jaga ruang antara anda dan kendaraan lain seluas mungkin.

4. Pemilahan yg Rusak (Filtering F**k-Up)

Bisa memilah melaju melewati kendaran2 di jalanan yg ramai adalah praktis maju yg terbesar dalam mengendarai motor sekaligus berbahaya.

Apa yg salah :
Pengendara motor melaju terlalu cepat di jalur 2 atau 3 dgn estimasi kecepatan 45kpj lebih cepat dari kendaran lain disekitarnya yg akan didahului, tiba2 salah satu kendaraan bermanuver pindah jalur tepat didepannya hingga si pengendara motor tak bisa menghindarinya dan terjadilah tabrakan.

Cara menghindar kesalahan :
- berkendaralah dgn kecepatan yg memungkinkan anda utk berhenti atau bermanuver dgn tepat, disarankan jangan lebih dari 15kpj dari kendaraan lain disekitar yg akan didahului.
- duduk tegak dan fokus terhadap jalan didepan, perhatikan tanda2 yg berpotensi bahaya, awas terhadap lampu2 sen kendaraan lain, perempatan2, pejalan kaki yg nyebrang dll, sisakan ruangan antara anda dan kendaraan lain.

5. Berkendara kelompok yg Berdukacita (Group Riding Grief)

Berkendara dgn teman2 bisa menyenangkan sekaligus dapat menimbulkan masalah. Berkendara kelompok tdk termasuk dlm catatan resmi kasus kecelakaan bermotor, tapi secara tetap tercatat sbg faktor penyumbang yg tidak bisa diabaikan. Porblem terbesar adalah si pengendara motor beresiko kecelakaan karena keinginan utk show off atau pamer kebisaanya bermotor didepan teman2nya. Berkendaralah dgn kenyamanan anda sendiri, jangan terpancing oleh ulah teman anda.

Apa yg salah :
4 motor atau lebih berkendara kelompok, dgn 3 motor di belakang sebuah kendaraan lain dan satu motor didepan kendaraan lain tsb sekalgus di belakang kendaraan lain, satu dari 3 motor dibelakang mencoba mendahului, tiba2 satu motor didepan tsb juga mendahului kendaraan didepannya tanpa memberi tanda dan tak melihat spion, motor yg dibelakangnya tak sempat menghindar hingga terjadi tabrakan.

Cara menghindar kesalahan :
- kecuali anda memiliki kepercayaan penuh terhdp teman2 kelompok berkendara di sekitar anda, tetaplah dalam formasi dan memberi ruang gerak yg banyak utk mereka, jangan coba2 menerka apa aksi dan manuver yg akan mereka lakukan.
- beri kejelasan terhadap teman2 kelompok berkendara di sekitar anda bila anda ingin bermanuver, menolehlah dan beri tanda2 yg jelas.
- ketika mendahului, pertimbangkan pula teman2 kelompok berkendara di sekitar yg dibelakang dgn memberi ruang gerak yg cukup. jika mengikuti motor lain, jangan dasari gerak mendahului anda dgn motor yg ada didepan.

6. Tragedi Putaran (Turn Tragedy)

Ada beberapa kecelakaan yg melibatkan kendaraan yg memutar di U-Turn dgn pengendara motor yg melaju dari arah lawan. Pengendara motor biasanya jarang disalahkan terhadap jenis kecelakaan ini, tapi tetaplah berhati-hati.

Prediksi dan bereaksi akan kecepatan dan keberadaan kendaraan lain di jalur lawan dari kemungkinan berputar tiba2, jangan percaya pada lampu sen yg diberikan karena bisa terjadi kesalahpahaman (seperti ketika berputar memberi sen kanan, tiba setelah dijalur lawan masuk ke kiri jalur).

Beri ruang gerak jika nampaknya kendaraan dari arah lawan akan berputar, jika mendahului di satu jalur yg padat merayap, kendaraan yg antri didepan biasanya bermanuver kekanan mencari celah jalan didepannya.

7. Tabrakan belakang (Rear-end Wreck)

Melaju kencang di belakang kendaraan lain sepertinya terdengar bodoh ya? bisa jadi, tapi mengejutkan, terhitung 10% kecelakan bermotor dalam 9 grup contoh kecelakaan fatal dan menurut status, pengendara motor biasanya banyak disalahkan dalam kecelakaan jenis ini daripada kecelakan jenis lain, juga menunjukan terjadi pada pengendara motor yg masih muda, laki laki dan mengendarai motor yg kecil.

Perhatikan jalan didepan, jangan terganggu dgn "pemandangan" yg ada disekitar, bereaksilah segera terhadap lampu rem yg menyala didepan atau tanda2 yg menyebabkan terjadinya kelambatan didepan.

Kenali rem motor anda, banyak pengendara motor tak menyadari potensi akan rem motor mereka, sering2 lah tes rem mendadak dan kuat rem motor anda di empat yg sepi dan beraspal bagus utk mengetahui seberapa cepat motor anda berhenti, jangan berhenti mencoba pada tes pertama, terus lah mencoba, usahakan berangsur angsur hingga didapatkan perhentian yg maksimal.

Kesalahan dalam Percobaan (Error on Trial)

Kecelakaan tidak begitu saja terjadi, ada sebabnya. Kesalahan manusia menjadi faktor utama. Berlawanan dari opini populer yg ada, tak semua
kecelakaan disebabkan oleh pengemudi mobil, pengendara motorpun berbuat kesalahan. Dari Error on Trial yg dilakukan didapat data sbb :

Mobil
- gagal melihat dgn semestinya 18%
- gagal memutuskan10%
- kecerobohan 9%
- manuver yg buruk 8%
- kehilangan kendali 8%

Motor
- kehilangan kendali 14%
- gagal melihat dgn semestinya 14%
- gagal memutuskan10%
- manuver yg buruk 10%
- kecerobohan 9%

-------------------------------------------------------------
artikel investigasi khusus ini disadur bebas dari kolom Feature "Stop Crashing" Superbike Magazine edisi April 2007 halaman 62, berjudul
"7 Deadly Bins and How to Avoid them", ditulis oleh Dave Bradford, foto oleh Graeme Brown & ilustrasi oleh Huw Williams.

(ditranslate oleh bro Alvie - HTML)


sumber: yamaha-friendS.com

Jumat, 27 November 2009

Trik Tampil Sempurna saat Presentasi

APAKAH Anda sering dilanda “demam panggung” saat presentasi? Takut tak bisa berbicara atau malah khawatir terlalu banyak bicara? Tenang saja. Ada banyak strategi untuk mengatasinya.

Satu hal yang juga sering dikhawatirkan presenter atau pembawa presentasi ialah takut peserta presentasi bosan dengan materi yang disampaikan. Hal ini memang sering terjadi saat presenter terlalu bersemangat menyampaikan apa yang diketahuinya kepada peserta. Padahal, seharusnya presenter mengubah paradigmanya yang fokus pada diri sendiri menjadi fokus pada pendengar atau peserta presentasi.

Cobalah ubah paradigma “apa yang ingin saya sampaikan” dengan “apa yang dibutuhkan pendengar dan apa yang ingin mereka ketahui”. Dengan memfokuskan diri pada kebutuhan pendengar, presenter bisa sedikit lebih rileks.

Agar bisa lebih fokus saat presentasi. Dana Bristol-Smith, konsultan karier sekaligus pendiri organisasi Speak for Succes, menyarankan agar presenter berpegang pada empat poin. Empat hal tersebut yaitu dengan mengetahui siapa pendengar presentasi, hal apa yang mereka anggap penting, seberapa jauh wawasan mereka tentang topik presentasi yang akan diberikan, dan terakhir, apa yang mereka inginkan atau butuhkan dalam pemaparan presentasi tersebut.

“Cobalah untuk melakukan riset kecil agar bisa mengetahui jawaban dari empat pertanyaan tersebut. Jika presentasi dilakukan dalam rangka training, coba lakukan tes atau bertanya pada seseorang tentang tingkat wawasan peserta tentang topik yang akan dipresentasikan,” sebut Dana, seperti dikutip dari Womensmedia.

Hal lain yang harus diperhatikan saat presentasi ialah, apa tujuan dari presentasi tersebut? Tujuan membuat presenter bisa fokus saat mempresentasikan materinya. Dengan mengatakan pada peserta tujuan dari presentasi tersebut, akan membantu peserta dan presenter untuk memahami setiap materi yang diberikan.

Berikutnya, siapkan struktur materi yang akan disampaikan dengan membuat bagan materi berupa awal, tengah, dan akhir. Dalam ilmu presentasi, hal ini biasa disebut dengan pembuka, isi tubuh, dan penutup. Isi dari bagian pembuka biasanya adalah perkenalan presenter dan mengenalkan topik yang akan disampaikan. Bagian ini juga harus memberikan kilasan informasi tentang apa saja materi yang akan diberikan. Bisa juga dengan menambahkan beberapa data atau kutipan kata dari seorang tokoh yang sesuai dengan topik presentasi untuk mendapatkan perhatian atau ketertarikan dari pendengar.

Di bagian isi, presenter harus memasukkan ide utama dan detail topik presentasi. Sementara di bagian penutup, presenter harus memberikan kesimpulan tentang materi yang sudah disampaikan. Pemberian kesimpulan diperlukan untuk mengingatkan pendengar tentang materi yang sudah diberikan. Jika perlu, tambahkan pula info terkini tentang materi yang sudah dibahas.

Membawakan presentasi

Tentu saja, setelah memahami struktur bagaimana membawakan presentasi, hal yang utama ialah saat menyampaikan presenter tersebut. Terkadang, saat sudah berdiri di depan publik, semua hal yang telah disiapkan bisa hilang seketika.

Untuk mengatasinya, Lee Glickstein, konsultan Speaking Circles International memberikan strategi tiga langkah yang bisa dicoba. Pertama, rasakan bahwa kaki Anda menjejak di tanah. Menurut Lee, hal ini bisa memberikan efek ketenangan bagi presenter. Kedua, bernapas dan pastikan bahwa Anda sadar bernapas. “Saat nervous, kebanyakan orang sering menahan napas, dan hal ini justru akan membuat ia merasa lebih buruk dari sebelumnya,” tutur Lee.

Ketiga, berbicaralah dengan hati. Lee mengingatkan bahwa saat melakukan presentasi, berarti presenter sedang membangun sebuah hubungan dengan pendengarnya. Karena itulah, ia menyarankan agar peserta mau mendengar apa yang dikatakan presenter, preseneter harus bisa memahami pendengar.

“Lihatlah mereka secara personal, individu, bukan sebagai grup. Coba lakukan percakapan dengan salah satu atau beberapa peserta agar suasana lebih cair dan presenter juga lebih santai,” saran Lee.

Tip lainnya yang bisa dilakukan ialah dengan mengurangi kata-kata yang tidak penting seperti gumaman, atau kata-kata lain yang sering diulang-ulang. Sebabnya, mengulangi kata-kata seperti ini akan membuat presenter terlihat kurang persiapan yang ujung-ujungnya akan mengurangi kredibilitas presenter.

Untuk mengurangi atau menghilangkannya, cobalah rekan presentasi Anda dan hitung berapa banyak kata tersebut diulangi. Setelah itu, latihlah agar kata tersebut tak terucap terus saat presentasi.

Selain itu, hati-hati dengan postur dan bahasa tubuh. Berjalanlah dengan langkah yang percaya diri. Perhatikan juga bahasa tubuh Anda. Berdirilah dengan tangan di sisi tubuh Anda, bukan dengan menyilangkan tangan atau memasukkan tangan ke kantong celana. Perhatikan juga gerak tangan Anda agar tidak mengganggu pandangan atau konsentrasi pendengar.

Yang harus diwaspadai ialah jika presentasi dilakukan dengan menggunakan proyektor atau teknologi pendukung lainnya. Bisa saja teknologi tersebut tiba-tiba rusak atau macet di saat Anda benar-benar membutuhkannya. Karena itu, siapkanlah rencana B dengan menggunakan teknologi pengganti atau apa pun yang bisa membuat Anda bisa meneruskan presentasi.

Yang harus diingat ialah, tetaplah tersenyum dan nikmati saat-saat melakukan presentasi. Jadi tetaplah percaya diri dan berbicaralah sesuai wawasan pendengar.
(Koran SI/Koran SI/tty)